Contoh Naskah Stand Up Comedy


Stand up comedyhumor monolog yang dibawakan secara tunggal beberapa tahun terakhir ini lagi ngetrend dan banyak digemari. Bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia. 


(Keluar panggung. Langkah diagah-gagahin, tebar senyum kanan kiri, pegang microfon / mig, ambil napas dalam-dalam buat ngilangin nervous. Lalu... lets gets down....!! Hihi...)
Selamat pagi, siang atau malam.... – tergantung waktunya 

Perkenalkan nama saya siapa....  


Kali ini saya akan mengambil tema yang ringan aja yaitu tentang kapas. Soalnya kalo ngambil tema besi baja terlalu berat.


Mungkin para sobat ada yang berpikir: Kalo kapasnya sekontainer kan berat juga.


Tepat sekali! Jalan pikiran sobat sangat jauh. Cocok untuk menikmati joke cerdas para comic. Karena konon bin katanya, materi stand up comedy yang baik itu harus cerdas. Harus bisa memancing penonton bermain logika untuk ketawa. Jangan sampai pemirsa diajak main gaple atau domino.


Kan bahaya itu. Bisa ditangkap polisi.

Ini polisi beneran bro... Bukan polisi tidur.


Ngomongin tentang kapas, saya teringat dengan bantal. Bantal saya terbuat dari kapas. Gulingnya juga. Kasurnya juga. Tapi kecoanya tidak.


(Nungguin, kali aja ada yang ketawa. Katanya comic yang baik harus kasih kesempatan audiens untuk ketawa dulu. Tapi sayangnya gak ada yang ketawa...)


Gara-gara males bersihin bantal, banyak kecoa di kamar saya. Kecoa dari seluruh dunia pada ngumpul semua. Gokil banget tuh kecoa. Emang kamar saya markas PBBK?

Tahu singkatan dari PBBK? Persatuan Bangsa-Bangsa Kecoa


(Alhamdulillah, ada beberapa penonton yang ketawa) Yang ketawa berarti salah satu anggotanya hahaha...


Selain kecoa, makhluk ngeselin lainnya yang suka  nyelempit di bantal kasur kapas adalah kutu busuk. Cuma satu sih... Tapi temennya banyak.


Parah banget tuh kutu. Udah dikasih minyak seliter, tetep aja baunya busuk. Udah gitu bikin mama saya... cie... panggil mama – biasanya panggil emak. Mama saya marah banget karena minyak gorengnya ilang seliter.


Mama teriak, “siapa yang ambil minyak goreng mama?”

Ya saya jawab, “kutu busuk, Ma...”

Terang aja mama tambah sewot. Mama bilang, “Kutu busuk kepala gondrong? Dasar kutu kupret!”


Hadew.. parah... (sambil garung-garuk kepala dan ngelirik rambut gondrong)


Kembali soal kapas...

Kapas itu melambangkan kemakmuran. Ya, hidup makmur itu dilambangkan dengan gambar padi dan kapas. Kenapa gak diganti kecoa dan kapas ya?

Atau kutu busuk dan kapas?

Kan yang suka tidur di atas kasur kapas itu kutu busuk?

Iya kan? Mana ada padi di atas kasur?

Gak percaya?

Coba periksa kasurnya. Tak bakalan nemui padi deh. Yang pasti ada itu kutu busuk... plus kecoa.


Uff.... (ambil napas panjang. Lumayan groginya udah mulai berkurang).


Kemaren di kasur kapas saya ada pergulatan seru. Maaf, ini bukan cerita parno. Jangan berpikir ngeres lho ya.

Iya, pergulatan seru antara kutu busuk dan kecoa. Mereka berebut untuk duduk di atas kursi..., sorry maksudnya kasur kapas. Kalo yang berantem rebutan kursi sih di senayan...


Lho, kok saya ngomongnya ngelantur ke urusan politik sih? Hehehe...(ketawa. Salah satu trik untuk menguasai panggung dan menutupi pada saat lagi “blank”. Kata Raditya Dika sih oke, wajar. Kata Om Indro Warkop DKI: Terusin aja biar dapat kompor gas)



Tapi ada benernya juga sih...

Antara rebutan kursi dan rebutan kasur itu cuma beda tipis. Sama-sama ada kapasnya.

Sama kayak kutu busuk dan kecoa di kasur saya. Mereka bergelut seru berebut kasur

Kata kecoa : “Ini kasur saya.”

Kutu busuk bilang : “Bukan. Ini kasur saya.”

Tiba-tiba ada tikus datang dan membentak :”Diam...!! Kenapa kalian ribut? Ini kasur saya!”

Kecoa dan kutu busuk terdiam. Kecoa merayap lunglai lalu tidur di guling kapas. Kutu busuk merayap lunglai lalu tidur di bantal kapas.


Saya juga merayap lunglai... lalu tidur... di atas lantai.


Oke, saya siapa...

Terima kasih, Selamat pagi siang atau malaaam.........!!

(Penonton melongo. Tapi beberapa saat kemudian suasana gedung pertunjukan riuh rendah. Penonton berdiri sambil bertepuk tangan memberi standing applous. Saya sempat Ge eR. Tapi lalu tersenyum kecut. Ternyata oh ternyata..... Mereka tertawa ngakak karena melihat Babe Cabita, salah satu penonton yang selama saya tampil tadi ketiduran sambil ngiler, tiba-tiba terjatuh dari kursi dengan muka nyungsep di atas saus tomat!)

Saya berdiri menunggu komentar dari dewan juri.


Contoh Naskah Stand Up Comedy Tentang Persahabatan

Assalamu'alaikum

Yang di sana sudah siap? Di sini sudah siap? Mari kita berdendang bersama.

"Ketika kau tak sanggup melangkah, hilang arah dalam kesendirian.Tiada mentari bagai malam yang kelam, tiada tempat untuk mengadu."

Sudah, cukup ... cukup, saya tak butuh lemparan bunga atau sendal. Saya cuma butuh lemparan senyum dari kamu. Itu, pria berkumis di sana. Senyum yang indah sayang.
Tema kita kali ini persahabatan, walaupun saya tidak punya sahabat bernama Tema, yang ada itu Tami, Wulan Utami. Jangan GR lu, bahan doang ini.
Sahabat itu menurut saya adalah seseorang yang bersedia berbagi suka duka bersama. Tapi sahabat saya malah sering berbagi pin BB cewek cantik dengan saya. haduh
Persabatan itu hubungan yang indah bukan? Tidak menuntut banyak hal, paling sekali-sekali menuntut traktiran bakso. Itu bukan masalah, yang jadi masalah kalau tukang bakso menuntut kita karena membawa lari gerobak dagangan baksonya.

Suasana persidangannya begini:
Hakim:"Silakan bawa masuk barang buktinya ke ruang sidang"
Petugas: Susah payah mengangkat gerobak bakso berempat karena roda-rodanya sudah saya jual.
Saya punya seorang sahabat, kebiasaannya cukup aneh, dia sering keluar malam, badanya besar, rambutnya gimbal, taringnya keluar. Genderuwo.
Jadi ingat lagu.
"Persahabatan bagai kepompong, merubah ulat menjadi kupu-kupu."
Ini lagu harusnya disensor habis. Bayangkan saja, mula-mula sahabat tertutup rapat, berpakaian sutra, lalu tiba-tiba dia melepaskan pakaiannya dan memperlihatkan keindahan tubuhnya. (sensor, sensor).
Sudah ah, intinya begini: Persabatan itu suatu yang sakral. Hubungan yang terjalin karena rasa saling membutuhkan dan mengingatkan dalam kebaikan. Jagalah persabatan yang sudah kita bina, Awas mudah pecah, simpan di tempat sejuk, jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Terima kasih saya A RWassalam

x


BC Adetya Rakasihwi - tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Emoticon