Karya Tulis Kewirausahaan


PEMBAHASAN

1.1.      Lilin dan Sejarah Singkatnya
Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Sebelum abad ke-19, bahan bakar yang biasa digunakan adalah lemak sapi (yang banyak mengandung asam stearat). Sekarang yang biasa digunakan adalah parafin.
Dengan menyebarnya penerangan listrik, saat ini lilin lebih banyak digunakan untuk keperluan lain, misalnya dalam upacara agama, perayaan ulang tahun, pewangi ruangan, dan sebagainya.
Lilin hias adalah lilin yang berguna sebagai hiasan suatu tempat atau ruangan tertentu guna memperindah pandangan dan memberikan kesan seni yang mendalam. Benda ini dapat memberikan ambiance dan atmosfer yang cukup berbeda jika diaplikasikan ke dalam ruangan. Lilin hias memiliki beragam bentuk dan corak sesuai pencipta lilinnya.

1.2.      Prosedur Pembuatan Lilin Hias
Komposisi pembuatan lilin :
1.      Parafin elastis
2.      Stearin
3.      Pewarna lilin
4.      Parfum secukupnya
5.      Hiasan sesuai selera

Ada lima langkah dasar yang harus diikuti dalam pembuatan lilin hias, antara lain:
1.      Mempersiapkan cetakan. Pilihlah cetakan dari berbagai bentuk dan ukuran yang unik dan pastikan di dalamnya bersih tanpa bercak atau noda yang memungkinkan mempengaruhi lilin Anda.
Pilih ukuran sumbu yang tepat. Semakin besar cetakan maka Anda bisa menggunakan sumbu ukuran tebal, begitu pula sebaliknya. Potong panjang sumbu paling sedikit lima sentimeter lebih panjang dari cetakan. Ulur sumbu ke tengah cetakan dan buat simpul pengaman di luar cetakan yang bisa Anda lilitkan.
2.      Melelehkan lilin dan persiapan. Lilin dalam bentuk parafin akan meleleh di bawah titik didih air. Bila Anda tidak memiliki panci khusus lilin, maka siapkan dua wajan teflon tua kecil yang satunya pas di dalam dari wajan lainnya.
Didihkan air di wajan lebar besar. Lalu tempatkan parafin di wajan lebih kecil sekitar 500 gram. Letakkan wajan kecil di atas wajan besar dan jaga api tetap kecil.
Jangan tinggalkan panci Anda begitu parafin mulai meleleh. Terus cek ketinggian air di wajan lebih besar. Ketika lilin sepenuhnya meleleh tambahkan stearin untuk meningkatkan kualitas pembakaran lilin.
Takarannya, 1 stearin : 10 bagian parafin.
Bila parafin terpercik ke api saat melelehkan, langsung matikan kompor dan tutup api dengan kain basah. Jangan gunakan air untuk mematikan air dan jangan pernah panaskan parafin di atas 90 derajat celcius.

3.      Pewarnaan. Tambahkan pewarna sedikit demi sedikit tepat sebelum panci diangkat dari kompor. Sebagai panduan, 25 persen dari satu lembar perwarna lilin sudah bisa membuat cerah 500 gram campuran lilin dan stearin. Aduk campuran ditambah parfum secukupnya lalu angkat dari kompor. Jangan sampai cairan lilin Anda mendidih atau menggelembung.

4.      Penuangan. Hangatkan cairan lilin + stearin sedikit. Jauh lebih mudah bila Anda menuangnya terlebih dahulu ke dalam gelas ukur atau tempat semacam teko lalu tuang ke cetakan. Bila perlu putar cetakan sedikit demi sedikit saat menuang. Cara ini mencegah pembentukan gelembung udara. Tuang lilin ke cetakan hingga hamper menyentuh batang penyokong sumbu.

5.      Penyelesaian. Begitu cairan mendingin, makan ia akan mulai berkontraksi dan melepaskan area dasar cetakan. Celah ini bisa Anda isi kembali dengan menuangkan cairan panas. Begitu semua membeku betul, hilangkan penyegel cetakan dan potong sumbu sedekat mungkin dengan simpul. Keluarkan lilin dari cetakan. Bila lilin Anda susah keluar, letakkan ke dalam kulkas selama 15 menit atau tempatkan cetakan yang masih berisi lilin ke air panas beberapa saat.
Saat lilin Anda sudah keluar, rapikan sumbu, ratakan bagian bawah lilin dengan menggosok. Bersihkan semua peralatan. Biarkan lilin Anda benar-benar mengeras sekurangnya 24 jam sebelum Anda menyalakan.
Gunakan kreativitas saat menghias lilin. Anda bisa menempelkan elemen-elemen hias, seperti bunga atau daun kering, lalu lapisi atau olesi dengan lilin panas untuk merekatkan.



1.3.      Tips dan Petunjuk
Tips dan petunjuk yang disarankan dalam pembuatan lilin hias, agar tampak lebih cantik dan rapi, sebagai berikut:
-          Cobalah buat lilin dengan beberapa lapisan warna. Tuang setiap warna dengan jeda waktu 45 menit untuk menunggu waktu menjadi jel sebelum menuangkan warna lain.
-          Anda bisa mengatur beberapa volume cetakan dengan menuangkan air terlebih dahulu dan mengukur air tadi ke gelas ukur.
-          Panduan kasar, 1kg parafin = 4 bungkus plastik butir parafin.
-          Hasil akhir lilin selalu memberi efek warna lebih gelap ketimbang lilin leleh.




1.4.      Mengatasi Masalah dalam Pembuatan Lilin
Ada beberapa masalah yang sering terjadi, untuk mengatasi masalah yang timbul dalam pembuatan lilin, disarankan:
1.      Api terlalu kecil. Disebabkan sumbu kecil, lilin terlalu keras. Solusi: Pakailah sumbu yang lebih besar, kurangi stearin.
2.      Api terlalu besar. Disebabkan sumbu lilin besar, lilin lunak. Solusi: Pakailah sumbu yang lebih kecil, tambahkan stearin.
3.      Api cepat mati karena tenggelam. Disebabkan sumbu kecil, lilin lunak. Solusi: Pakai sumbu yang lebih besar, tambahkan stearin.
4.      Lilin meleleh keluar. Disebabkan lilin lunak, sumbu tidak di tengah. Solusi: Tambahkan sterin, tambahkan stearin dan letakkan sumbu di tengah.
5.      Susah dilepas dari cetakan. Disebabkan ketika menuang lilin terlalu panas, lilin lunak. Solusi: Tunggu beberapa saat sebelum menuang, tambahkan stearin.
6.      Permukaan lilin cekung. Disebabkan menyusut pada waktu dingin, belum ditambah ulang. Solusi: Panaskan cetakan, tambahkan lilin cair setelah agak dingin.
7.      Terlihat banyak garis horizontal. Disebabkan waktu menuang lilin kurang panas, cetakan terlalu dingin, campuran sterin kebanyakan. Solusi: Tambahkan suhu, panaskan cetakan sebelum dituang, kurangi jumlah sterin.

8.      Bintik gelembung. Ketika lilin dituang, suhunya kurang tinggi, menuang terlalu cepat. Solusi: Tambahkan suhu, tuang lebih perlahan.


BC Adetya Rakasihwi - tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Emoticon